20
JULI 2026 11:34 WIB
PENDIDIKAN 125 Kali Dilihat

SMP PCI Integrasikan Teknologi Digital dan Nilai Al-Qur'an dalam Pendidikan

Asep Awing

Asep Awing

Pewarta

SMP PCI Integrasikan Teknologi Digital dan Nilai Al-Qur'an dalam Pendidikan

Bandung, Logo | SMP Prima Cendekia Islami (PCI) dibangun pada awal Juni 2020 dan resmi beroperasi pada 7 Juli 2021. Peresmian dilakukan oleh Bupati Bandung, Dr. H. Dadang Supriatna, S.IP. Mengusung tagline "Sekolah Digital Qur'ani", sekolah ini berorientasi pada pembentukan generasi yang beriman, berilmu, dan berdaya dengan slogan Religius, Unggul, Cerdas, dan Berakhlak Mulia.

Pembina Yayasan Pendidikan Prima Cendekia Islami yang menaungi SMP PCI dan TK/Kober PCI Kids, Prof. Dr. Dadan Wildan, M.Hum., menjelaskan bahwa SMP PCI merupakan sekolah Islam yang mengintegrasikan pendidikan karakter Islami, teknologi digital, akademik berkualitas, serta pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).

"Kami mengembangkan konsep pendidikan yang tidak hanya menekankan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan akhlak, kepemimpinan, kreativitas, dan kecakapan hidup peserta didik," ujarnya.

Melalui tagline "Sekolah Digital Qur'ani", SMP PCI berupaya melahirkan generasi muslim yang mampu menghadapi tantangan era digital tanpa kehilangan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.

"Kami bercita-cita mewujudkan sekolah Islam unggul yang melahirkan generasi Qur'ani, berprestasi, berkarakter, menguasai teknologi digital, serta mampu berkontribusi bagi peradaban bangsa dan umat," ujar mantan Deputi Menteri Sekretaris Negara yang mengabdi sebagai pejabat eselon I selama dua dekade di Sekretariat Negara tersebut.

Untuk mewujudkan visi itu, SMP PCI menyelenggarakan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an dan As-Sunnah, mengembangkan pembelajaran digital yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan, menumbuhkan budaya literasi, riset, serta berpikir kritis. Sekolah juga membentuk karakter peserta didik yang religius, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan peduli lingkungan, sekaligus mengembangkan potensi akademik, kepemimpinan, olahraga, seni, serta kewirausahaan.

"Kami juga membangun kemitraan yang erat dengan orang tua dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas," tambah Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia tersebut.

Kepala SMP PCI, Beni Saputro, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa sekolah menargetkan lulusan yang memiliki akidah kokoh, akhlak mulia, kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an, prestasi akademik unggul, literasi digital yang baik, jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, kemandirian, serta wawasan global.

"Tagline 'Sekolah Digital Qur'ani' menggambarkan perpaduan harmonis antara teknologi modern dan nilai-nilai Al-Qur'an. Digitalisasi menjadi sarana, sedangkan Al-Qur'an menjadi arah. Teknologi digunakan untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan membangun masa depan peserta didik," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Prima Cendekia Islami, Hj. Siti Komariah, Dra., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa konsep pendidikan di SMP PCI berlandaskan filosofi "Wahyu Memandu Ilmu".

"SMP PCI meyakini bahwa ilmu pengetahuan harus dipandu oleh wahyu. Sains dan teknologi berkembang melalui akal, tetapi arah penggunaannya harus dibimbing oleh Al-Qur'an. Karena itu, seluruh proses pembelajaran berupaya mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam setiap mata pelajaran sehingga peserta didik tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijaksana secara spiritual," ujar dosen Universitas Pendidikan Indonesia tersebut.

Dalam aspek filosofi pendidikan, lanjutnya, SMP PCI ingin menghadirkan sekolah yang menyenangkan sehingga menjadi rumah kedua yang nyaman, aman, ramah, dan penuh inspirasi. Siswa datang ke sekolah bukan karena terpaksa, melainkan karena merasa bahagia.

Sekolah juga berupaya menghadirkan guru yang dirindukan peserta didik. Guru tidak sekadar menjadi pengajar, tetapi juga sahabat belajar, teladan akhlak, motivator, sekaligus pembimbing kehidupan. Hubungan guru dan siswa dibangun atas dasar kasih sayang, penghargaan, dan keteladanan.

Selain itu, pembelajaran dirancang agar tidak membosankan melalui pendekatan aktif, kreatif, kolaboratif, berbasis proyek, pemanfaatan teknologi digital, eksperimen, diskusi, permainan edukatif, hingga pembelajaran di alam terbuka.

"Belajar bukan sekadar menghafal, tetapi mengalami," ujar doktor sosiologi lulusan Universiti Malaya, Kuala Lumpur.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Abhelia Permatasari, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa SMP PCI memiliki berbagai program unggulan.

Salah satunya adalah PCI Serial Lecture, yaitu forum kuliah umum yang menghadirkan akademisi, profesor, tokoh nasional, praktisi, entrepreneur, ulama, dan profesional dari berbagai bidang untuk membuka wawasan global peserta didik sejak dini.

Program lainnya adalah Pesantren Ramadan, yang meliputi tahsin dan tahfiz Al-Qur'an, kajian Islam, praktik ibadah, bakti sosial, berbagi kepada masyarakat, serta pembiasaan akhlak Islami.

Terdapat pula Samen Fiesta, yaitu perayaan kreativitas siswa setelah Sumatif Akhir Semester yang diisi dengan pentas seni, festival budaya, market day, lomba kreativitas, hingga pameran karya berupa hasil penelitian, inovasi digital, robotika sederhana, dan presentasi ilmiah.

Program unggulan lainnya meliputi Sekolah Alam di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Scout Camp, Camp Qur'an, Talent Camp, serta Academic Camp yang menggabungkan penguatan akademik dengan pembelajaran berbasis alam.

Tidak berhenti di situ, SMP PCI juga memiliki program Rihlah Ilmiah Berjenjang. Menurut Lugie Firdaus Agusna, S.Pd., Gr., program ini merupakan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dirancang sesuai perkembangan usia peserta didik.

"Program ini mengintegrasikan aspek akademik, kebangsaan, kepemimpinan, sejarah, budaya, diplomasi, dan wawasan global sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang nyata dan bermakna," katanya.

Untuk peserta didik kelas VII, Rihlah Ilmiah dilaksanakan di Jakarta dengan tema "Belajar Mengenal Ibu Kota dan Institusi Negara". Destinasi yang dikunjungi meliputi Istana Kepresidenan Cipanas, Kementerian Sekretariat Negara, Museum Nasional, Masjid Istiqlal, Gedung DPR/MPR RI, Museum Satria Mandala, dan Taman Impian Jaya Ancol.

Pada kelas VIII, peserta didik mengikuti Rihlah Ilmiah ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan Magelang dengan mengunjungi Akademi Militer Magelang, SMA Taruna Nusantara, Candi Borobudur, Istana Kepresidenan Yogyakarta (Gedung Agung), Keraton Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Candi Prambanan, serta Pagelaran Sendratari Ramayana.

Sementara itu, peserta didik kelas IX mengikuti Rihlah Ilmiah Internasional ke Singapura dan Malaysia dengan tema "Membangun Wawasan Global".

Di Singapura, peserta didik mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Sekolah Indonesia Singapura, Merlion Park, dan Universal Studios Singapore.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Malaysia dengan mengunjungi kawasan bersejarah Melaka, Universiti Malaya, Menara Kembar Petronas, Dataran Merdeka, Istana Negara, dan Putrajaya sebagai pusat administrasi pemerintahan Malaysia.

"Melalui kunjungan ini, peserta didik mempelajari sejarah peradaban Melayu-Islam, perkembangan pendidikan tinggi, arsitektur modern, tata kelola pemerintahan, serta hubungan historis dan budaya antara Indonesia dan Malaysia," ujar Lugie.

Memasuki usia lima tahun, SMP PCI telah menorehkan berbagai prestasi. Sekolah ini berhasil meraih Akreditasi A, memperoleh penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Bandung, serta pada tahun ini tiga siswanya diterima di SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung, dua sekolah favorit di Kota Bandung.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa upaya membentuk generasi yang memiliki akar keislaman yang kuat, mencintai Indonesia, serta berwawasan global mulai menunjukkan hasil yang membanggakan.

Sejalan dengan semangat "Sekolah Digital Qur'ani" dan filosofi "Wahyu Memandu Ilmu", SMP PCI berharap dapat terus melahirkan lulusan yang berakhlak mulia, berprestasi, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap menjadi pemimpin masa depan yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan. ***

TAGS: #smp pci

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!