21
AGUSTUS 2026 23:54 WIB
PENDIDIKAN 11 Kali Dilihat

UPI Dorong Guru Sosiologi Perkuat Pendampingan Penelitian Siswa

Asep Awing

Asep Awing

Pewarta

UPI Dorong Guru Sosiologi Perkuat Pendampingan Penelitian Siswa

Bandung, Logo | Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan  Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerjasama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Kota Bandung menyelenggarakan Workshop bertema: "Penguatan Kapasitas Guru Sosiologi Dalam Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Pendampingan Penulisan Penelitian Siswa" di Gedung FPIPS UPI, Bandung, Jumat, 21 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan pembelajaran Sosiologi yang lebih kontekstual, kritis, dan berorientasi pada proses penelitian. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Sosiologi UPI dan MGMP Sosiologi Kota Bandung dalam membangun ruang pengembangan profesional bagi guru.

Workshop menghadirkan dua pembicara yakni Siti Komariah, M.Si., Ph.D.  dengan materi bertema "Pembelajaran Sosiologi Berbasis Riset" dan Dr. Wilodati, M.Si. dengan materi "Menyusun Proposal Penelitian Siswa yang Kompetitif."

Siti Komariah menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis riset dapat menjadi strategi untuk mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah para murid. Melalui pendekatan ini, murid-murid tidak sekadar menerima informasi, tetapi dilatih mencari dan menggunakan data, memeriksa bukti, mengembangkan pertanyaan, serta membangun argumentasi berdasarkan informasi empiris.

Pembelajaran Sosiologi berbasis riset juga dapat diterapkan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi pembelajaran di sekolah. Guru tidak harus langsung membawa para murid pada penelitian yang kompleks, melainkan dapat memulainya dengan menghadirkan hasil penelitian atau data sebagai sumber belajar, kemudian mengajak murid-murid untuk menganalisis bukti, hingga pada tahap melakukan penelitian sosial secara lebih mandiri dan terarah, ungkap Siti Komariah yang juga Sekretaris Program Studi Pendidikan Sosilogi UPI itu

Menurut Sosiolog UPI itu, Workshop dirancang untuk membantu para guru  menerapkan riset dalam pembelajaran Sosiologi. Peserta diajak mengembangkan satu materi Sosiologi melalui beberapa tingkat keterlibatan riset, mulai dari penggunaan data dan temuan penelitian sebagai sumber belajar, pengembangan kemampuan siswa dalam mengkritisi bukti, hingga memberikan pengalaman melakukan penelitian sosial.

Menurut Siti Komariah, guru dapat memilih materi Sosiologi yang relevan dengan pembelajaran di sekolah, kemudian menghubungkannya dengan fenomena sosial yang dekat dengan kehidupan para murid.

Sejalan dengan itu, Dr. Wilodati yang juga Ketua Tim PKM menjelaskan, interaksi antara Tim PKM UPI dan para guru dalam workshop juga menjadi ruang untuk mendiskusikan berbagai tantangan yang mungkin muncul ketika pembelajaran berlangsung.

Tantangan tersebut antara lain berkaitan dengan karakteristik materi, kemampuan dan kebutuhan peserta didik, ketersediaan waktu pembelajaran, hingga sumber daya yang dimiliki masing-masing sekolah. Karena itu, pendekatan berbasis riset perlu dikembangkan secara adaptif tanpa kehilangan tujuan utamanya, yakni membangun rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan menggunakan bukti dalam memahami fenomena sosial.

Kolaborasi Program Studi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI dan MGMP Sosiologi Kota Bandung diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan workshop. Kerja sama tersebut diarahkan untuk berkembang menjadi bagian dari ekosistem akademik yang mendorong guru terus melakukan inovasi pembelajaran sekaligus mengembangkan kegiatan penelitian, ungkap Ketua Program Studi Pendidikan Sosiologi UPI itu.

Dr. Wilodati menyampaikan harapannya agar penguatan kompetensi riset melalui kegiatan PKM tersebut menghasilkan dampak positif dalam jangka panjang. Kompetensi riset tidak hanya penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan profesionalisme guru. 

Dengan demikian, inovasi dan tradisi akademik yang dikembangkan melalui kerja sama UPI dan MGMP diharapkan dapat memberikan kontribusi berkelanjutan bagi peningkatan mutu pembelajaran Sosiologi sekaligus melahirkan generasi muda yang kritis, ilmiah, dan peka terhadap realitas sosial pungkas Dr. Wilodati.*

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!