Bandung,
| Menjadi wakil rakyat bukan sekadar duduk di kursi parlemen. Lebih dari itu, amanah sebagai wakil rakyat menuntut kehadiran, kepedulian, serta kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Semangat itulah yang ditunjukkan Krisna Alamsyah sebagai anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) 2.
Krisna tidak ingin aspirasi masyarakat berhenti sebatas keluhan atau catatan dalam forum pertemuan. Aspirasi tersebut harus diperjuangkan agar dapat diwujudkan menjadi program pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Salah satu wujud nyata pengabdian tersebut terlihat di RT 05/RW 05, Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Di wilayah tersebut, Krisna meresmikan sarana air bersih yang merupakan bagian dari program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2025-2026, Rabu (19/8/2026).
Bupati Bandung: Kepedulian Sosial Warga Meningkat, Penghimpunan Kurban Baznas Capai Rp2,1 Miliar
Bagi masyarakat, kehadiran sarana air bersih tersebut bukan sekadar pembangunan fisik. Fasilitas itu menjawab kebutuhan dasar warga yang setiap hari membutuhkan akses air bersih untuk berbagai keperluan.
Krisna mengatakan, pembangunan sarana air bersih tersebut berawal dari aspirasi masyarakat yang kemudian diperjuangkan melalui Pokir DPRD.
"Program ini merupakan bagian dari Pokir yang kami perjuangkan berdasarkan aspirasi masyarakat. Kami berharap sarana air bersih ini dapat memberikan manfaat dan benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga," ujar Krisna.
Menurutnya, pembangunan harus memiliki manfaat yang jelas dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, Pokir DPRD tidak boleh hanya dipandang sebagai program pembangunan semata, tetapi harus menjadi sarana untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang disampaikan melalui wakil rakyat.
"Yang paling penting setelah sarana ini selesai adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan merawatnya. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun justru tidak terpelihara. Mudah-mudahan bisa terus dimanfaatkan masyarakat," katanya.
Krisna juga mengajak masyarakat untuk ikut memiliki dan menjaga fasilitas tersebut. Sebab, keberlangsungan sebuah pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pelaksana program, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat sebagai penerima manfaat.
Kehadiran Krisna di Cilampeni tidak berhenti pada peresmian sarana air bersih. Pada kesempatan yang sama, ia juga memberikan santunan kepada anak yatim dan warga lanjut usia.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian sosial sekaligus bentuk kedekatan seorang wakil rakyat dengan masyarakat yang diwakilinya.
Bagi Krisna, pengabdian kepada masyarakat tidak seharusnya hanya dilakukan ketika memasuki tahun politik. Justru, seorang wakil rakyat harus terus hadir dan membangun komunikasi dengan masyarakat sepanjang menjalankan amanah.
"Menjadi wakil rakyat bukan hanya hadir ketika ada momentum politik. Kita harus hadir ketika masyarakat membutuhkan, mendengarkan aspirasinya dan berusaha memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan mereka," tegasnya.
Ia menilai, kepercayaan masyarakat tidak dapat dibangun hanya melalui janji. Kepercayaan harus dijawab dengan kerja nyata, kepedulian dan konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
Krisna menegaskan, semangat pengabdian tersebut juga menjadi bagian dari nilai yang dibawa PKB melalui prinsip "Peduli Umat, Melayani Rakyat."
Menurutnya, prinsip tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan. Nilai itu harus diwujudkan melalui tindakan nyata, kepedulian dan keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat.
"PKB harus senantiasa hadir dan dekat dengan masyarakat. Peduli umat dan melayani rakyat jangan hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.
Krisna mengatakan, wakil rakyat harus mau turun ke lapangan, mendengarkan keluhan warga, melihat persoalan secara langsung dan kemudian memperjuangkannya sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
Karena itu, ia memastikan akan terus menyerap berbagai aspirasi masyarakat di Dapil 2 untuk kemudian diperjuangkan melalui proses pembangunan Kabupaten Bandung.
"Harapan kami tentunya bukan hanya satu program. Aspirasi masyarakat lainnya juga akan terus kami perjuangkan sesuai kemampuan dan prioritas pembangunan daerah," katanya.
Menurut Krisna, ukuran keberhasilan seorang wakil rakyat bukan semata-mata seberapa banyak janji yang disampaikan, melainkan seberapa banyak manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Sarana air bersih di Desa Cilampeni menjadi salah satu bukti bahwa aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan hingga menjadi program nyata.
Bagi Krisna, amanah sebagai wakil rakyat adalah jalan pengabdian. Pengabdian yang harus diwujudkan dengan hadir di tengah masyarakat, mendengar suara mereka, memperjuangkan kebutuhannya dan memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat.
"Kepercayaan masyarakat tidak cukup dibalas dengan janji. Kepercayaan harus dijawab dengan pengabdian dan kerja nyata. Selama masih diberi amanah, kami akan terus berusaha hadir dan memperjuangkan aspirasi masyarakat," pungkas Krisna. ***