Bandung,
| Komitmen Bupati Bandung, Dadang Supriatna, untuk selalu hadir di tengah masyarakat kembali ditunjukkan melalui kunjungan kerja dan silaturahmi bersama seluruh elemen Pemerintah Desa Cilame, tokoh masyarakat, serta berbagai stakeholder di Gedung Olahraga Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Selasa (9/6/2026).
Kehadiran Kang Dadang Supriatna (KDS) disambut antusias oleh ratusan warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung. Tidak sekadar mendengar, KDS pun merespons setiap masukan dengan cepat dan terbuka, menunjukkan kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat serta memahami kebutuhan riil di lapangan.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, persoalan infrastruktur jalan dan penerangan jalan umum (PJU) menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga. Menanggapi hal tersebut, KDS menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung terus berkomitmen mempercepat pemerataan pembangunan, termasuk program pemasangan 28.000 titik PJU yang akan direalisasikan pada tahun ini.
Kepala Desa Cilame, Alo Sobirin, mengaku bangga dan mengapresiasi kepedulian Bupati Bandung yang datang langsung untuk mendengar keluhan masyarakat tanpa sekat.
"Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna yang telah menepati janjinya datang langsung ke Desa Cilame. Ini bukti nyata bahwa beliau ingin mendengar dan berdialog langsung dengan masyarakat," ujar Alo Sobirin.
Menurutnya, masyarakat Desa Cilame selama ini sangat berharap adanya percepatan pembangunan infrastruktur, terutama rehabilitasi jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga. Jalan yang baik akan mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar perekonomian, meningkatkan akses pendidikan, hingga mempermudah pelayanan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Alo Sobirin menyampaikan kebutuhan perbaikan jalan sepanjang sekitar 6,7 kilometer yang menghubungkan Kampung Poros, Sodong hingga Rancasampih. Selain itu, terdapat ruas jalan sepanjang 3 kilometer di wilayah Cinangsi yang menjadi akses penghubung menuju Kabupaten Bandung Barat dan membutuhkan perhatian serius.
Tak hanya jalan, persoalan minimnya penerangan jalan umum juga menjadi keluhan masyarakat. Sejumlah titik di Desa Cilame masih gelap dan dinilai rawan tindak kriminalitas, terutama pada malam hari.
"Masyarakat lebih membutuhkan jalan daripada bantuan lainnya, karena jalan merupakan penunjang seluruh aktivitas masyarakat. Ketika jalan baik, maka ekonomi bergerak, pendidikan lancar, dan kesejahteraan masyarakat meningkat," ungkapnya.
Bagi warga Cilame, kehadiran KDS bukan sekadar kunjungan seremonial. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu menjadi bukti bahwa pemerintah hadir dan mau mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat. Sikap responsif yang ditunjukkan KDS pun menumbuhkan optimisme baru bahwa berbagai persoalan yang selama ini dirasakan warga akan segera mendapatkan solusi.
Menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh warga masyarakat desa Cilae, KDS sendiri menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur akan terus menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Ia ingin memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi dapat dirasakan secara merata hingga pelosok desa.
Kunjungan kerja tersebut sekaligus memperlihatkan gaya kepemimpinan Kang Dadang Supriatna yang dikenal dekat dengan masyarakat, terbuka terhadap kritik dan masukan, serta cepat merespons berbagai kebutuhan warga. Bagi masyarakat Desa Cilame, kehadiran KDS menjadi harapan baru bahwa pembangunan yang selama ini dinantikan akan segera terwujud.
"Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Aspirasi warga adalah energi bagi kami untuk terus bekerja dan memastikan pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bandung," menjadi semangat yang tercermin dari kunjungan KDS ke Desa Cilame.